Siapa Saja yang Menyimpan Data Pribadi Kita?

Berbicara tentang informasi pribadi, seberapa lengkap data Anda disimpan oleh pihak lain? Tentunya data lengkap kita disimpan oleh institusi pemerintahan dan ini sudah kewajiban selaku warga negara seperti untuk melaporkan dirinya ke dinas pencatatan sipil. Data pribadi yang umumnya dikumpulkan oleh Dukcapil antara lain nama, tempat tanggal lahir, foto, kartu keluarga, alamat tinggal dan informasi lainnya yang tercantum di KTP dsb.

Di luar institusi pemerintahan, perusahaan fintech yang saat ini marak menyediakan layanan peminjaman uang dapat dibilang dapat memiliki data pribadi yang cukup lengkap dari peminjamnya, meskipun dalam bentuk digital. Data pribadi seperti kontak telepon pun umumnya dimiliki oleh fintech.

Ada berbagai jenis instansi non-pemerintahan yang mungkin memiliki data pribadi lengkap seperti perusahaan swasta tempat bekerja, bank, rumah sakit dll. Namun, data yang diserahkan ini merupakan data yang juga diberikan ke pemerintah dan dikembalikan dalam bentuk dokumen yang tercetak seperti KTP dan KK.

image from pixabay.com

Ada perusahaan swasta yang tidak mendapatkan informasi KTP dan KK namun memiliki nama, lokasi, nomor telepon dan ironisnya foto terbaru pun dimiliki oleh mereka. Ya, perusahaan logistik setidaknya memiliki referensi dimana saja lokasi Anda berdasarkan nomor telepon hingga foto Anda ketika membuka pintu rumah untuk mengambil paket.

Dengan data-data yang dimiliki perusahaan logistik, tempat kerja dan tempat tinggal seseorang pun dapat diprediksi dengan akurat terutama dengan adanya foto penerima paket. Sayangnya, ada sebagian kurir yang main jepret saja penerima tanpa meminta izin terlebih dahulu, tentunya hal ini sangat tidak etis sekali dan aturan memfoto penerima paket seharusnya dihapus saja mengingat tingkat human-error pada kurir dalam mengingat etika memfoto orang lain sepertinya relatif tinggi.

Pihak lain yang mungkin banyak menyimpan data pribadi seperti aktifitas Anda adalah Google atau bahkan Facebook. Dimulai dari Google, data yang dimiliki antara lain data profil Google, ketikan di pencarian search engine, website yang dibuka via Chrome, email yang dimiliki pada Gmail, aktifitas fitnes di Google Fit, lokasi yang Anda kunjungi, jadwal di Google Calender, suara di Google Assistant, ketikan di Google Keyboard dll.

Untuk Facebook atau layanan lain yang diakses menggunakan ponsel, Anda sebaiknya juga menaruh kekhawatiran karena aplikasi ini juga dapat memonitor aktifitas Anda diluar penggunaan aplikasi itu sendiri, misalnya memonitor website yang Anda kunjungi. Pada Facebook, Anda dapat menonaktifkan fitur ini melalui menu Settings & Privacy > Settings > Your Facebook Information > Off-Facebook Activity.

Pihak lain yang mungkin memiliki data Anda yaitu malware yang memonitor aktifitas di browser hingga sistem. Pastikan Anda minimal menggunakan antivirus yang selalu ter-update untuk mencegah ancaman malware dan pastikan sistem operasi juga selalu ter-update.

Sebagian orang menggunakan berbagai layanan online dengan menggunakan data non-primer seperti tidak menggunakan email utama, nomor telp hingga bahkan ponsel yang berbeda. Meskipun demikian, penggunaan data pribadi untuk berbagai kepentingan memang sudah menjadi hal yang lumrah. Namun, ketika data pribadi kita diambil tanpa persetujuan, seperti kurir logistik yang memfoto tanpa izin atau data pribadi disebar karena kelalaian pihak bersangkutan dalam mengamankan data, tentunya hal ini sangat disayangkan dan seharusnya ada sanksi bagi pihak yang melakukan kelalaian.